Snapfish, sebuah grup di Flickr.
Rabu, 04 Januari 2012
((((¯♀'·.¸(★) 5 PENYEBAB PRIA DAN WANITA SERING SALAH PAHAM (★)¸.·'♂ ´¯))))
Ungkapan 'Men from Mars, Women from Venus' terbukti benar. Pria dan wanita diciptakan memiliki pemikiran, sikap dan sifat saling bertolak belakang, seperti berasal dari dua planet berbeda.
Karena itu, salah paham bisa kerap terjadi saat pria dan wanita berkomunikasi (secara verbal atau non-verbal). Apa yang ditangkap dalam otak pria, bisa jadi jauh berbeda dengan maksud yang diucapkan wanita.
Menurut Psikolog Dr. Amy Johnson, ada beberapa perbedaan paling mendasar dari pria dan wanita yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Dengan menyadari perbedaan tersebut, bisa membantu Anda lebih memahami sifat-sifat pria dan berujung pada komunikasi lebih efektif.
Ini dia lima di antaranya, seperti dikutip dari Your Tango:
1. Wanita Memberi Sinyal, Pria Meminta Langsung
Pria terbiasa mengutarakan maksudnya secara langsung, sementara wanita lebih suka memberi isyarat. Dalam sebuah hubungan, wanita seringkali mengharapkan pasangannya bisa membaca pikiran mereka dan tahu apa yang mereka mau, tanpa memberitahunya secara langsung. Agar tidak selalu terjadi salah paham, sebaiknya Anda mengatakan secara langsung apa yang Anda inginkan dari si dia. Kesal atau marah tak lantas membuatnya tahu apa yang ada di pikiran Anda. Sebaliknya, dia akan pusing dan depresi karena harus menebak-nebak kenapa wanitanya marah tiba-tiba.
2. Wanita Memerhatikan Detail, Pria Tidak
Wanita punya ingatan luar biasa pada hal-hal kecil, termasuk hari pertama kencan, hadiah-hadiah, bahkan kecupan pertama. Sifat bawaan ini membuatnya lebih sentimentil daripada pria. Sementara pria cenderung, lebih memikirkan hal-hal yang sifatnya penting dan besar. Lupa tanggal kencan pertama, bukan berarti pasangan tidak peduli terhadap hubungan asmaranya. Anda harus mengerti bahwa pria tidak bisa mengingat hal-hal secara detail dengan baik karena cara mereka memroses informasi dalam otak berbeda dengan wanita.
3. Pria Fokus Pada Satu Hal, Wanita Bisa Fokus pada Berbagai Hal
Pria dan wanita memiliki cara pandang yang berbeda. Pikiran pria mudah terbagi dan hanya bisa fokus pada satu hal. Ini berarti secara mental dan emosional mereka tidak bisa memikirkan cinta, pekerjaan atau hobi sekaligus. Sementara wanita bisa memandang segala sesuatu dalam 'gambar besar', artinya, dia mampu menggabungkan berbagai aspek kehidupan mereka dalam satu pikiran. Jika tiba-tiba si dia menonton pertandingan bola di tengah-tengah perbincangan serius, bukan berarti dia tidak memedulikan apa yang Anda ucapkan.
4. Wanita Bicara Banyak, Pria Lebih Banyak Diam
Saat marah atau didera stres, wanita cenderung meluapkan semua kekesalannya. Baik itu masalah pekerjaan, jadwal harian yang padat atau masalah keluarga. Wanita juga kadang menggunakan kata-kata atau ucapan yang mendramatisasi keadaan sebenarnya. Emosi wanita lebih mudah meledak, seperti katup ketel yang terbuka ketika air mendidih. Namun, wanita pun bisa cepat meredakan amarahnya.
Di sisi lain, saat pria mengalami stres, dia lebih memilih diam untuk beberapa waktu. Pria hanya ingin menenangkan diri dengan menonton TV, bermain komputer atau menyendiri untuk melupakan masalahnya.
Wanita secara naluriah akan bertanya kenapa kekasihnya bersikap lain dan menjauh darinya, apakah ada tindakan atau perkataannya yang salah? Jangan terburu-buru berpikir Anda akan dicampakkan saat si dia terkesan menjauh. Beri dia waktu untuk tenang, dan lebih baik menyibukkan diri daripada merong-rongnya terus dengan sejuta pertanyaan. Jika saat perasaannya sudah lebih baik, si dia pasti akan kembali dan mengajak Anda untuk menghabiskan waktu bersama.
5. Pria Bisa Emosional, Wanita Bepikir Sebaliknya
Wanita berpikir semua pria tidak punya sisi emosional. Kenyataannya, kebanyakan pria justru sangat sensitif dan punya perasaan mendalam. Namun mereka tidak selalu menunjukkannya. Wanita sebaiknya tidak berasumsi bahwa pasangannya tidak merasakan hal-hal emosional seperti sakit hati atau penolakan. Pria merasakannya lebih dari yang Anda tahu, tapi bukan berarti Anda bisa tahu perasaan yang sebenarnya. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah bertanya langsung
◕ ‿ ◕╰☆╮◕ ‿ ◕ TAHUKAH ANDA ? ◕ ‿ ◕╰☆╮◕ ‿ ◕
Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain,
adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?
Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan
adalah “aku cinta kamu”, “maafkan aku” dan “tolong aku” ?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah,
adalah orang yang lebih yakin kepada dirinya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning,
adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam,
adalah orang yang ingin tidak diperhatikan, butuh bantuan dan pengertian anda?
Tahukah anda kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?
Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?
Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tersebut?
Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan anda tersebut pasti akan dikabulkan?
Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
seperti jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat?
Jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar-benar tahu,
anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan.
Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda mencobanya sendiri.
Jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya sebutkan diatas,
dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat.
PERENCANAAN TERHADAP GEMPA
PERENCANAAN TERHADAP GEMPA
Acuan dalam perencanaan bangunan beton bertulang tahan
gempa di Indonesia adalah Standard
Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI 1726 –
2002) dan Tata Cara Perhitungan Struktur
Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03 – 2847 – 2002) Bab 23. Aturan detailing pada dasarnya diatur dalam SNI
03 – 2847 – 2002. Berdasarkan aturan ini, detailing
diebdakan berdasarkan tingkat kerawanan daerah terhadap gempa. Pada peta
zonasi gempa dalam peraturan gempa yang berlaku, Indonesia dibagi dalam 6 zona
kegempaan, yaitu zona gempa 1 , dan 2 (wilayah dengan risiko/kerawanan gempa
rendah), zona gempa 3, dan 4 (wilayah dengan risiko gempa menengah) dan zona
gempa 5, dan 6 (wilayah dengan risiko gempa tinggi).
Menurut SNI 03 – 2847 – 2002, bangunan yang berada pada
zona gempa yang berisiko tinggi harus direncanakan dengan menggunakan sistem
struktur penahan beban lateral yang memenuhi persyaratan detailing yang khusus atau
memiliki tingkat daktalitas penuh. Sedangkan sistem struktur bangunan yang
berada pada zona gempa yang berisiko menengah harus direncanakan paling tidak
menggunakan tingkat daktalitas sedang.
Berdasarakan SNI 03 – 2847 – 2002, sistem struktur dasar
penahan tanah lateral secara umum dapat dibedakan atas :
a.
Sistem Rangka
Pemikul Momen (SRPM)
b.
Sistem Dinding
Struktural (SDS)
a.
Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM)
Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) adalah sistem rangka
ruang dimana komponen-komponen struktur balok, kolom, dan join-joinnnya menahan
gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser dan aksial.
SRPM dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1.
Sistem Rangka
Pemikul Momen Biasa (SRPMB)
Adalah
suatu sistem rangka yang memenuhi ketentuan-ketentuan pasal 3 hingga pasal 20
SNI 03 – 2847 – 2002. Sistem rangka ini pada dasarnya memiliki tingkat
daktalitas terbatas dan hanya cocok digunakan di daerah dengan risiko gempa
yang rendah (Zona 1, dan 2).
2.
Sistem Rangka
Pemikul Momen Menengah (SRPMM)
Adalah
suatu sistem rangka yang selain memenuhi ketentuan-ketentuan untuk rangka
pemikul momen biasa juga memenuhi ketentuan-ketentuan detailing pasal 23.2(2(3)) dan 23.10. Sistem ini pada dasarnya
memiliki tingkat daktalitas sedang dan dapat digunakan di zona gempa 1- 4.
3.
Sistem Rangka
Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
Adalah
suatu sistem rangka yang selain memenuhi ketentuan-ketentuan untuk rangka
pemikul momen biasa juga memenuhi ketentuan-ketentuan pasal 23.2 sampai 23.5.
Sistem ini memiliki tingkat daktalitas penuh dan wajib digunakan di zona gempa
5 dan 6.
b.
Sistem Dinding Struktural (SDS)
Sistem Dinding Struktural (SDS) adalah dinding proporsi
untuk menahan kombinasi geser, momen dan gaya aksial yang ditimbulkan gempa.
Suatu “dinding geser” (Shearwall)
pada dasarnya merupakan dinding struktural.
SDS
dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.
Dinding Struktural
Beton Biasa (SDSB)
Adalah
suatu dinding struktural yang memenuhi ketentuan-ketentuan pasal 3 hingga pasal
20 SNI 03 – 2847 – 2002. Sistem dinding ini memiliki tingkat terbatas dan boleh
digunakan di zona gempa 1 hinga 4.
2.
Dinding Struktural
Beton Biasa (SDSB)
Adalah
suatu dinding struktural yang selain memenuhi ketentuan untuk dinding
struktural beton biasa juga memenuhi ketentuan-ketentuan pasal 23.2 dan 23.6.
Sistem ini pada prinsipnya memiliki tingkat daktalitas penuh dan harus
digunakan pada zona gempa 5 dan 6.
BEBAN-BEBAN PADA STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT
BEBAN-BEBAN PADA
STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT
Beban-beban pada
struktur bangunan bertingkat, menurut arah bekerjanya dapat dibagi menjadi dua,
yaitu : (PBI, 1983)
1.
Beban Vertikal (Gravitasi).
a.
Beban Mati (Dead Load).
b.
Beban Hidup (Live Load).
c.
Beban Air Hujan.
2.
Beban Horizontal (Lateral).
a.
Beban Gempa (Earthquake).
b.
Beban Angin (Wind Load).
c.
Tekanan Tanah dan Air Tanah.
Pada perencanaan konstruksi bangunan bertingkat ini,
beban-beban yang diperhitungkan adalah beban mati, beban hidup, beban air hujan
pada atap, beban angin pada atap, dan beban gempa.
1.1.
Beban Mati
Beban mati adalah berat semua bagian dari suatu gedung
yang bersifat tetap, termasuk segala beban tambahan, finishing, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari gedung tersebut. (SNI
03-2847-2002, Pasal 3.10)
Beban mati yang di perhitungkan terdiri dari :
a.
Berat kolom sendiri
b.
Berat sendiri balok
induk, balok sloof, balok anak, balok ring.
c.
Berat dinding precast
d.
Berat pelat lantai
e.
Berat penutup
lantai
Besarnya beban mati pada suatu gedung dapat di lihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel 2.3.1. Berat sendiri
bangunan dan komponen gedung
NO
|
Bahan Bangunan
|
Berat Sendiri (Kg/m3)
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
|
Baja
Batu alam
Batu belah, batu
bulat, atau batu gunung(berat tumpuk)
Batu karang
(berat tumpuk)
Batu pecah
Besi tuang
Beton
Beton bertulang
Kayu (kelas I)
Kerikil, koral
(kering udara sampai lembab, tanpa ayak)
Pasangan bata
merah
Pasangan batu
belah, batu bulat, batu gunung
Pasangan batu
cetak
Pasangan batu
karang
Pasir (kering
udara sampai lembab)
Pasir (jenuh air)
Pasir kerikil,
koral (kering udara sampai lembab)
Tanah, lempung
dan lanau (kering udara sampai lembab)
Tanah, lempung
dan lanau (basah)
Timah hitam
(timbel)
|
7850
2600
1500
700
1450
7250
2200
2400
1000
1650
1700
2200
2200
1450
1600
1800
1850
1700
2000
11400
|
(Sumber : Peraturan
Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983)
1.2.
Beban Hidup
Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat
pemakaian dan penghunian suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang
berasal dari barang-barang yang dapat berpindah dan/ atau beban akibat air
hujan pada atap. (SNI 03-2847-2002, Pasal
3.8)
Tabel 2.3.2. Beban Hidup
Beban Hidup
|
Kg/m2
|
a.
Lantai dan
tangga, kecuali yang di sebut dalam (b)
b.
Lantai dan
rumah tinggal sederhana dan gudang-gudang tidak penting, yang bukan untuk
toko atau ruang kerja
c.
Lantai
sekolah, ruang kuliah, kantor, toko, restorant, hotel, asrama dan rumah
sakit.
d.
Lantai ruang
olahraga
e.
Lantai ruang
dansa
f.
Lantai dan
balkon dalam dari ruang-ruang untuk pertemuan yang lain dari pada yang di
sebut dalam (a) s/d (e), seperti mesjid,
gereja, ruang pagelaran, ruang rapat, bioskop, dan panggung penonton dengan tempat duduk tetap.
g.
Panggung
penonton tempat duduk tidak tetap atau untuk penonton yang berdiri
h.
Tangga,
bordes tangga, lantai, dan gang dari ruang-ruang yang disebut dalam poin (c)
i.
Tangga,
bordes tangga, lantai, dan gang dari ruang-ruang yang disebut dalam poin (d),
(e), (f) dan (g)
j.
Lantai ruang
pelengkap dari ruang-ruang yang di sebut (c), (d), (e), (f), dan (g)
k.
Lantai untuk
: pabrik, bengkel, gudang, perpustakaan, ruang arsip, toko buku, toko besi,
ruang alat-alat danruang mesin, harus direncanakan terhadap beban hidup yang
ditentukan tersendiri, dengan minimum
l.
Lantai
gedung parkir bertingkat :
-
Untuk lantai
bawah
-
Untuk lantai
tingkat lainnya
m. Balkon-balkon yang menjorok bebas keluar harus direncanakan
terhadap beban hidup dari lantai ruang yang berbatasan, dengan minimum
|
200
125
250
400
500
400
500
300
500
250
400
800
400
300
|
(Sumber : Peraturan
Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983)
1.3.
Beban Angin
Beban angin adalah beban yang bekerja pada bangunan atau
bagiannya karena adanya selisih tekanan udara (hembusan angin kencang). Beban
angin ini ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan tekanan
negatif (isapan angin), yang bekerja tegak lurus pada bidang-bidang bangunan
yang ditinjau. (http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/civil-engineering/2005/Artikel_10300035.pdf )
Menurut Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983,
besarnya tekanan tiup angin ini harus diambil minimum 25 kg/m2 luas
bidang bangunan yang ditinjau. Sedangkan untuk di laut sampai sejauh 5 km dari
tepi pantai tekanan tiup angin ini diambil minimum 40 kg/m2, serta
untuk daerah-daerah di dekat laut dan daerah-daerah lain dimana kemungkinan
terdapat kecepatan angin yang mungkin dapat menghasilkan tekanan tiup yang
lebih besar dari yang ditentukan di atas, maka tekanan tiup angin tersebut
harus dihitung dengan rumus:
p = V2/16 (kg/m2)
Dimana : p =
tekanan tiup angin (kg/m2).
V = kecepatan angin (m/detik).
1.4.
Beban Gempa
Beban
gempa adalah semua beban statistic ekuivalen
yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang menirukan pengaruh dari
gerakan tanah akibat gempa itu. Dalam hal pengaruh gempa pada struktur gedung
di tentukan berdasarkan suatu analisa dinamik, maka yang di artikan dengan
beban gempa di sini adalah gaya – gaya dalam struktur tersebut yang terjadi
oleh gerakan tanah akibat gempa itu.
Langganan:
Postingan (Atom)